Wednesday, June 3, 2009

Kisah Destin dan Bahasa Indonesia


Destin :"Ayo! Semua tidur! Tempatnya sudah siap!"
"Ayo! Cepat!"
Semua temannya berkumpul di dekat Destin. Tak lama kemudian,
Destin : "Ya .. rumahnya bocor! Kita kebocoran! Kita kebocoran! Ayo didandani!
Teman : "Ayo! Ayo! didandani!"
.................................. (Aku tidak memperhatikan lagi karena aku berjalan secepat aku bisa untuk menghidupkan laptop dan merekam pembicaraan mereka)
Tak lama kemudian,
Destin : "Ayo! Waktunya makan! Aku yang masak, ya? AKu kan pinter masak. Mau aku maskin apa? Masak ayam dikecapin, ya?"
Tidak jelas apa jawaban teman2 Destin karena sangat pelan dan terbata-bata.
Destin : "Yah! Gasnya habis! Kita harus beli gas, nih. Kemana ya belinya? Kamu yang beli, ya?"
Teman : "Pake kayu saja. Ibuku lebih suka masak pake kayu" katanya terbata-bata.
Destin : "Harus pake gas! Ga boleh pake kayu! Nanti ke-obong (kebakar) rumahnya!"
....................................... (Akan jadi sangat panjang tulisanku jika aku rekam semua. Hehe ...)

Ini ilustrasi yang kadang aku tangkap ketika destin bermain bersama teman-temannya. Ada kalanya Destin begitu memonopoli permainan sementara teman-temannya yang notabene adalah siswa SD kelas 1 (Destin belum sekolah!) manut saja dengan kehendak Destin. Tidak setiap saat seperti itu karena pada dasarnya Destin anak yang introvert dan jarang aktif dalam permainan. Lalu apa bedanya dengan permainan hari ini?

Kunci utamanya adalah bahasa pergaulan. Ini adalah tahun kedua aku menetap di desa setelah bertahun-tahun di pusat kota Jepara. Di desa, bahasa utamanya tentu saja Bahasa Jawa. Jarang sekali orang tua yang bisa berbahasa Indonesia, sehingga Destin yang sejak bayi menggunakan bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-harikomunikasi, agak terhambat. Bahkan di awal bulan Destin dipanggil "Bocah Melayu" atau "Bocah Jakarta".
Kebiasaan berbahasa Indonesia bukan kebiasaan lazim di desaku kini. Semua berbahasa Jawa. Belajar bahasa Indonesia dimulai sejak masuk TK, itu pun tidak intensif. Bahkan banyak guru TK yang mengajar dengan bahasa utama Bahasa Jawa. Dengan kondisi seperti itu, bahasa Indonesia seperti bahasa asing bagi anak-anak. Bahkan untuk anak usia 10 tahun yang bermain atau berinteraksi dengan Destin pun mengalami kesulitan berbahasa.
Aku memang sengaja mengajarkan bahasa Indonesia pada Destin karena aku yakin Destin akan mampu belajar bahasa Jawa hanya dengan terbiasa mendengarkan percakapan di sekitarnya. Aku terinspirasi oleh teori psikolinguistik yang menyatakan bahwa bahasa Ibu adalah bahasa yang paling mudah dipelajari seseorang meskipun dia tidak pernah belajar. Apalagi aku ingin mengajarkan bahasa Inggris dan Perancis pada Destin sejak kecil sehingga aku butuh pondasi yang kokoh dulu dengan membiasakannya berbahasa Indonesia. Dan teoriku terbukti.
Beruntung Destin memiliki kecerdasan bahasa yang tinggi sehingga mudah sekali baginya menguasai bahasa Jawa (Yang hanya didengar Destin sekali-sekali jika orang tuanya berinteraksi dengan nenek atau orang yang lebih tua). Dan saat ini ada beberapa kata/percakapan bahasa Inggris yang dapat dia ucapkan. Untuk bahasa Perancis? Aku mulai dari lagu bahasa Perancis anak - anak yang telah dia hafal.

7 comments:

susi on June 3, 2009 at 9:11 PM said...

Cek koment. Moga-moga bisa

Desy Noer on June 4, 2009 at 4:37 AM said...

Yo'i mbak, sekarang mah dah bisa, hehe... Destin, yang semangat yaa belajarnya. Emang mba, tull bangets, anak mesti diajarin bahasa sejak dini, bhs apa pun, pasti bermanfaat. biar kelak dah ga asing lagi..Setuju sama teorinya.

susi on June 4, 2009 at 8:54 AM said...

@ Mbak Desy/Mama Zaheer :
Hehe ... Makasih atas semangat & dukungannya.

ke2nai on June 8, 2009 at 2:05 PM said...

semoga destin menjadi anak yang pinter berbahasa y... :)

annin on June 8, 2009 at 9:38 PM said...

ayo belajar terus dastin ya...

Susi on June 10, 2009 at 5:55 AM said...

@ Mama Keke & Nay, & Bunda Annin : Amiin.. Terima kasih.

Bunda Zilah on September 7, 2009 at 1:58 PM said...

hehehe...bener banget mbak teorinya..
aku jg mengajarkan anja bahasa Indonesia terlebih dahulu sebagai fondasinya..
sekarang anja udah mulai ngerti bahasa jawa, karena untuk komunikasi dg mbah utinya sering pake bahasa jawa..
aku juga pengen ngajarin anja bahasa inggris dan bahasa arab sejak dini..
tp karena anja masih umur 2 thn, jadi sekarang msh bahasa indonesia dan sedikit inggris..
semoga anak2 kita kelak mudah beradaptasi dan ga kesulitan dalam berbahasa ya mom..

Post a Comment

Back to

 

Sharing Mama Susi Copyright © 2009 Cosmetic Girl Designed by Ipietoon | In Collaboration with FIFA
Girl Illustration Copyrighted to Dapino Colada