Wednesday, June 17, 2009

Tantangan Menidurkan Anak


Ada saja cerita sehari-hari yang layak ditulis. Apalagi aku yang setiap hari bercengkrama dengan anak-anak. Banyak momen indah yang tak terabadikan atau hanya sekedar menjadi bahan cengkrama dengan suami kala malam menjelang tidur. Rasanya beruntung sekali bisa nge-blog. Bisa bercerita apapun, berteman dengan siapapun, dan belajar banyak hal.
Kali ini aku mau bercerita tentang tidur. Kemarin aku bercerita tentang betapa sulitnya aku menidurkan anak. Ya, aku sempat berfikir menidurkan anak adalah mission impossible. Bener, lo. Dari 5 tahun lalu, aku selalu kesulitan menidurkan Destin (dan sekarang Binbin). Jika papa keluar kota genap 3 hari atau lebih, maka kantung mataku akan bertambah karena 3 hari itu aku tidak bisa tidur.
Setelah membaca postingku kemarin, aku jadi mendapat tantangan menidurkan anak. Tak tanggung-tanggung. Langsung dua. Sebenarnya sih hanya menidurkan Binbin, tapi dasar Destin, lihat mamanya menidurkan adeknya, Destin menjadi iri dan ingin tidur. Sudah dua hari ini aku ‘terpaksa’ menidurkan Destin dan Binbin bersama-sama.
Awalnya aku sudah pesimis banget. Menidurkan Binbin saja aku sering kesulitan (kecuali jika Binbin sudah benar-benar mengantuk), apalagi berbarengan dengan Destin yang suka caper. Jika mamanya kebanyakan mengelus-elus Binbin, langsung ribut.
Jadilah, tangan kanan mengelus Destin, dan tangan kiri mengelus Binbin. Lucubanget, deh kalau ingat posisinya. Beruntung jiwa kompetisi Destin sedang tinggi. Dia ingin menjadi yang pertama tidur. Aha! Ibarat gayungbersambut, aku menantang siapa yang tidur duluan akan mendapat ciuman spesial dari mama. Berhasil! Destin langsung terlelap. Binbin akhirnya terlelap seperempat jam kemudian. Hahaha ... hari pertama berhasil!
Hari kedua, agak sulit. Destin menolak kompetisi yang aku usulkan dengan membalikkan ucapanku sendiri. “Nomer-nomeran itu nggak baik, Ma. Aku ga mau.” Gubrak! Kemakan ucapan sendiri, deh!
Namanya usaha, sering tidak mudah. Selain potensi Destin tertidur dahulu karena keinginan menjadi nomer satu tertutup, ada lagi permintaan luar biasa dari Destin. Minta ditepuk-tepuk. Wah ... masalah, nih. Binbin tidak akan tidur dengan ditepuk-tepuk. (menurut suami, Binbin hanya akan tidur jika dielus-elus punggungnya). Duh, bagaimana caranya tangan kanan menepuk-nepuk dan tangan kiri mengelus-elus? Secara bersamaan?
Aku mengelus-elus Destin (tangan kanan) dan Binbin (tangan kiri) secara bersamaan dan bertempo sama. Destin yang protes aku jawab dengan “Sabar ... sabar ...”. Setelah feel-nya dapat, aku coba menepuk-nepuk tangan kananku ambil berusaha menjaga tangan kiri tetap mengelus-elus dengan tempo yang sama. Berhasil! Wah-wah ... ini pelajaran penting, nih. Jarangkan otak kita mampu memerintahkan tangan kanan dan kiri secara bersamaan?
Akhirnya, seperti biasa, destin langsung terlelap sebelum Binbin akhirnya menyusul. Misiku berhasil kembali di hari kedua ini. Besok apalagi, ya? Uhh ... bayangin aja sudah capek.

4 comments:

Desy Noer on June 17, 2009 at 1:47 PM said...

Hihiy..lucu kali ya, ngelonin dua anak sekaligus, dengan permintaan yang beda-beda.
Hmmm..kayaknya besok-besok kebalikannya dech mom, Binbin minta ditepuk-tepuk, n Destin mita dielus-elus. Aku aja yang baru anak satu kerepotan dengan ritual menidurkan anak. kadang bisa sampe 1jam lebih, kadang malah aku duluan yang tidur. heheh..

ke2nai on June 17, 2009 at 4:06 PM said...

sering bgt tuh sy kayak gitu, nidurin dua2nya sekaligus. tp msh mending kl lg kompak, minta di elus dua2nya. Kl lagi gak kompak, yg satu hrs dinyanyiin dulu, yg satu hrs di dongengin trus gak ada yg mau ngalah pusing deh..

Lia on June 19, 2009 at 8:45 PM said...

gak sampe mama nya tidur duluan kan mbak? hehehe

Seo Ninja on June 16, 2015 at 6:17 AM said...

your article is this very helpful thanks for sharing..............:)

Post a Comment

Back to

 

Sharing Mama Susi Copyright © 2009 Cosmetic Girl Designed by Ipietoon | In Collaboration with FIFA
Girl Illustration Copyrighted to Dapino Colada