Monday, February 23, 2009

PERTANYAAN BALITA YANG MENYEREMPET "BAHAYA"


Setiap hari, aku selalu melihat berita di TV. Daripada menonton sinetron, aku lebih suka melihat berita. Bagiku berita tidak mungkin menakutkan. Ternyata, siang itu merubah pandanganku.
Ya, kala asyik menyiapkan masakan hari ini sambil menonton berita, aku tidak tahu bahwa Destin sudah menyusulku. Rupanya dia sudah bosan bermain di depan meskipun beberapa teman masih setia bermain. Tak lama setelah itu, tiba-tiba Destin bertanya; “Ma, memperkosa itu apa? Kok ditangkap polisi? Jahat, ya, ma?” penat
Oh, la la … aku kaget campur bingung menjawabnya. Dalam hati aku membatin “Anak ini … bukan hanya cerewet, tapi juga selalu ingin tahu. Setiap kali jalan-jalan dia selalu bertanya ini apa, itu apa, pelangi itu apa, mendung itu apa, kenapa pohon pisangnya bengkok, kenapa jalannya rusak, kenapa … Semua harus dijawab dan setiap jawaban bermuara pada mengapa lagi sampai kami kembali ke rumah. Pertanyaan itu sih taka pa, aku bahkan senang dan bangga karena dia tidak lupa pada jawabanku. Tapi ini? MEMPERKOSA. Aduh … pasti Destin yang pengen jadi polisi tertarik mengikuti berita karena ada pak polisi di dalamnya. penat
Aku jadi bingung jawab apa. Aku diam agak lama setelah mengatakan “Apa ya … Tunggu sebentar mama selesaikan mengiris bumbu ini. OK?”
Jawaban itu sebenarnya taktik agar dapat memberi jeda dan waktu berfikir berfikir sebelum menjawab. Kerena mengelak menjawab, apalagi menjawab “Stt, tabu!” atau menolak menjawab adalah tindakan kuno yang membuat anak penasaran dan mencari jawaban pada orang lain. Sekarang bukan saatnya memarahi anak karena bertanya seperti masa kecil kita dulu.
Setelah selesai mengiris bumbu, aku menjawab Destin, “Memperkosa itu perbuatan yang sangat jahat sehingga dia ditangkap pak polisi dan harus dipenjara yang lamaaaa sekali.”
“Kenapa?” Tanya Destin lagi.
“Karena menyakiti orang lain. Bikin orang nangis.”
“Oh, gitu, ya ma. Pak polisi menangkapnya dimana, ma?”
“Di rumahnya.”
“Kalo Destin jahat, polisi datang ke rumah Destin?” Lanjut Destin.
“Iya.”
“Kalo gitu, Destin ga mau jadi bocah jahat, ah, ma. Destin mo jadi bocah baik. Destin kan pengen jadi poporanger (baca = Power Ranger). Poporanger kan temannya pak polisi. Iya, kan, ma?”
Duh, beruntung sekali Destin tidak melanjutkan pertanyaannya lagi.
Uuuh … Destin, Destin, bikin aku jadi kebat-kebit karena pertanyaannya. ros

2 comments:

susi on February 23, 2009 at 8:34 PM said...

Silahkan komentar ;))

Seo Ninja on June 16, 2015 at 6:18 AM said...

your article is this very helpful thanks for sharing..............:)

Post a Comment

Back to

 

Sharing Mama Susi Copyright © 2009 Cosmetic Girl Designed by Ipietoon | In Collaboration with FIFA
Girl Illustration Copyrighted to Dapino Colada